Kantor Bupati Muara Enim ‘ Mencekam ‘ Pasca OTT di Kota Metro

0
376

Sumatera Selatan – Pasca Operasi Tangkap Tangan oleh KPK atas dugaan ‘ Gratifikasi ‘ yang menimpa oknum kadis dan pengusaha di kota metro.

Kantor bupati Muara Enim, Senin malam tadi (2/9/2019) tiba-tiba berubah mencekam.

Pasalnya, selain terlihat tulisan “Dilarang Melintasi Garis Batas KPK”, yang terpampang di sekitar gedung kantor Pemkab Muara Enim.

Juga ruang kerja orang nomor satu di Bumi ‘Serasan Sekundang’ ini sekitar pukul 22.00 WIB disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, red).

Hingga berita ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK terkait pemasangan garis batas dan penyegelan ruang kerja sementara bupati yang menumpang di Gedung Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Muara Enim.

Bahkan, saat dikonfirmasi langsung oleh salah satu media lewat pesan singkat WhatsApp sampai sekarang, Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah belum memberikan balasan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pihak KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sejumlah pejabat di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin malam (2/9).

Diduga OTT dilakukan KPK terkait suap proyek di Kabupaten Muara Enim. Dikabarkan selain meminta keterangan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, KPK kini masih memeriksa Kepala Dinas PU Bina Marga berinisial Ra, dan seorang pengusaha berinisial Rb di ruang penyidik Polda Lampung, usai terkena OTT petugas KPK.

Menurut informasi yang diterima, keduanya terkena OTT saat berada di Metro, Lampung.

Bahkan kondisi Rumah Dinas Bupati Muara Enim yang berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II, juga masih terlihat sepi, hanya sejumlah petugas dari Satpol PP yang terlihat berjaga.

( Red / Dha )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here